Artikel Statistika

Indikator Kemiskinan

Seksi IPDS | Sabtu, 05 Februari 2011 - 21:39:35 WITA | dibaca: 2798 pembaca

Definisi Miskin:
a. Miskin adalah kondisi kehidupan yang serba kekurangan yang dialami seseorang atau rumah tangga sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan minimal / layak bagi kehidupan (BPS).
b. Kemiskinan merupakan suatu ketidakcukupan / kekurangan (deprivation) akan aset-aset penting dan peluang-peluang dimana setiap manusia berhak memperolehnya (World Bank Institute).

Pengukuran Garis Kemiskinan:
1. Pendekatan Pendapatan, konsep Pendapatan=Pengeluaran+Perubahan
Contoh: Standar Internasional (daya beli $1 dan $2). Kelemahannya, daya beli $ tidak selalu sama antar wilayah

2. Pendekatan Pengeluaran, konsepnya Kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic need).
Metode Garis Kemiskinan Pengeluaran adalah batas minimal pengeluaran konsumsi dari populasi referensi untuk memenuhi kebutuhan pangan dan non pangan yang bersifat mendasar (pangan, sandang, perumahan, kesehatan, dan pendidikan). Populasi referensi adalah penduduk 20% di atas perkiraan awal garis kemiskinan (garis kemiskinan sebelumnya ditambah pengaruh inflasi). Komponen Garis kemiskinan Pengeluaran terdiri atas GK Makanan dan GK non makanan.
-GK Makanan : nilai rupiah yang harus dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan energi minimal 2100 kalori per kapita per hari (widyakarya pangan dan gizi, 1978)
-GK Non Makanan : nilai rata-rata pengeluaran dalam rupiah dari 51 jenis komoditi dasar non makanan untuk perkotaan dan 47 jenis komoditi untuk pedesaan.

3. Pendekatan Lain:
a. Pendekatan BKKBN, yaitu kriteria keluarga prasejahtera dan sejahtera I
- Seluruh anggota keluarga melaksanakan ibadah agama
- Seluruh anggota keluarga minimal makan 2 kali sehari
- Seluruh anggota keluarga punya pakaian berbeda untuk aktifitas berbeda
- Sebagian lantai bukan dari tanah
- Anak sakit berobat di fasilitas kesehatan dan PUS diberi KB modern
b. Pendekatan terbaru, yaitu pendekatan yang dilakukan BPS terhadap seleksi 30 variabel kemiskinan yang menghasilkan 8 variabel sensitif dalam identifikasi kemiskinan
- Luas lantai per kapita < 8m persegi
- Jenis lantai dari tanah (lantai terluas)
- Air minum dari air hujan atau sumur tak terlindung
- Tidak punya jamban/WC sendiri
- Tidak punya aset
- Tidak mengkonsumsi lauk pauk (daging, ikan, ayam, telur) dalam seminggu yang lalu atau tidak bervariasi
- Setiap anggota rumah tangga tidak pernah beli pakaian (bukan pakaian seragam) minimal satu stel setahun yang lalu
- Tidak hadir dalam rapat RT/Desa, arisan, undangan, maupun acara sosial dalam tiga bulan terakhir.





Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



(Captcha dinonaktifkan)